Kamis, 22 September 2011

Di Tepi Sungai Han Aku Duduk dan Menggalau


O, Tuhan, untuk apa engkau menciptakan manusia?
Untuk membuatku tertawa-tawa, Nak. Agar aku tak sepi sendiri.

Apakah manusia itu sendiri harus ikut tertawa-tawa?
Harusnya iya, karena apalah hidup itu kalau bukan komedi.

Hanya itu?
Dan tragedi.

Jika sedemikian menyedihkannya, apa yang kau harapkan dari manusia, ya Rabbi?
Tidak ada. Menurutmu?

Jadi kehidupan ini sia-sia saja?
Kamu bisa pura-pura tidak, jika mau.

Bagaimana caranya?
Harapan.

Lalu, apa yang bisa dibanggakan dari manusia?
Mungkin, kebudayaan.

Apa itu kebudayaan, Ilahi?
Sesuatu yang membedakan kalian dari binatang.

Aku punya pertanyaan lain, apa itu agama?
Aku tak tahu. Bukan aku yang menciptakan.

Siapa?
Tanya saja temanmu.

Mengapa banyak yang kamu tak tahu, Rabb?
Karena aku menciptakan manusia mula-mula, dan membiarkan mereka melakukan apa saja yang dimaui.

Apakah kamu menciptakan seperangkat aturan juga?
Tidak. Aku hanya menciptakan manusia.

Kalau begitu, kapan itu kiamat?
Aku belum bosan, sepertinya masih lama.

O, Tuhan, tolonglah aku!
Dari apa?

Dari kamu!
Previous Post
Next Post

0 komentar: