Selasa, 12 Oktober 2010

Puisi Substitusi

Ada yang tak tergantikan oleh emoticon, yakni lesung pipit dan guratan wajah yang menua.

Ada yang tak tergantikan oleh mobil, yakni jalan kaki sambil meneriakkan sebaris kalimat dari Gibran, "Kura-kura bercerita lebih banyak tentang jalan daripada kancil!"

Ada yang tak tergantikan oleh SMS Lebaran, yakni perjuangan untuk berjumpa dan sekedar merasakan kulit tangan kala bersalaman.

Ada yang tak tergantikan oleh Playstation, yakni kesabaran untuk menantikan pergantian musim demi main layangan.

Ada yang tak tergantikan oleh E-book, yakni bau debu dari rak dan buku tua.

Ada yang tak tergantikan oleh marmer dan pendingin di antara bukit Safa dan Marwa, yakni perjuangan Siti Hajar demi anak-anaknya.

Ada yang tak tergantikan oleh telepon seluler, yakni perasaan deg-degan ketika dikunjungi tamu, tanpa lebih dulu menerima SMS, "Gue udah di depan."

Ada yang tak tergantikan oleh e-mail, yakni guratan tangan yang merepresentasikan perasaan, serta kesabaran menunggu pak pos membunyikan bel sepeda.

Ada yang tak tergantikan oleh televisi, yakni kebenaran yang tampak oleh mata kepala sendiri.

Ada yang tak tergantikan oleh Blackberry, yakni kehangatan duduk bersama di meja makan. Membicarakan apa yang baru saja terjadi di sekolah.

Ada yang tak tergantikan oleh McDonald, yakni nikmatnya menanti hidangan sambil berbincang, tanpa khawatir diteror waiting list.

Ada yang tak tergantikan oleh alat musik harpa sekalipun, yakni dinamika angin yang berhembus piano serta gelegar petir yang fortissimo.

Ada yang tak tergantikan oleh gedung pencakar langit, yakni rumah beratap jerami yang tak pernah khawatir oleh gempa.

Ada yang tak tergantikan oleh asuransi kesehatan, yakni perasaan orang gila yang tak pernah sakit meski memakan segala.

Ada yang tak tergantikan oleh Facebook, yakni mendalami pribadi manusia dari percakapan tatap muka. Bukan foto-foto dan profil yang sudah dipilih sedemikian eloknya.

Ada yang tak tergantikan oleh lampu, yakni kesabaran menanti matahari yang pasti akan terbit kembali.

Ada yang tak tergantikan oleh kamera, yakni usaha menggali kembali ingatan dan kenangan yang lebih hidup dan nyata karena tersimpan sejati di dalam hati.

Ada yang tak tergantikan oleh sekolah tinggi-tinggi, yakni kesadaran bahwa pengetahuan hakiki berasal dari pemaknaan pribadi.

Ada yang tak tergantikan oleh Sorabi Enhai, yakni hangatnya pembakaran sorabi di tengah tusukan angin subuh.

Ada yang tak tergantikan oleh tahu-tahu dengan pengawet, yakni Tahu Cibuntu di dalam panci yang baru diangkat langsung dihidangkan.

Ada yang tak tergantikan oleh Kangen Band dan Putri Ayu, yakni The Beatles, Led Zeppelin, Metallica, dan mereka-mereka yang mau berjuang demi pencitraannya sendiri.

Ada yang tak tergantikan oleh wahyu Ilahi pada Muhammad, yakni wahyu Ilahi pada seluruh manusia lewat tuturan semesta.

Ada yang tak tergantikan oleh bahasa, yakni kedalaman tatapan mata.



Udah ah, cape..
Previous Post
Next Post

0 komentar: