Minggu, 05 September 2010

Ode untuk Ramadhan

Ramadhan adalah tamu yang mengetuk sanubarimu sekali saja
Tapi ia duduk lama setelah kau bukakan pintunya
Ia berkunjung untuk membicarakan kesunyian
Hingga kau terlelap dan ia pergi tanpa pamit

Kau tidur karena asyik berbincang dengannya
Sampai lupa menyuguhi apa-apa

---

Kala terjaga kau bermunajat:
Jangan pergi
Tinggalah semalam lagi
Karena lebaran, emasmu terlalu berkilauan
Perakmu terlampau menawan

---

Ramadhan mendengarkanmu dalam rintik hujan malam Qadar
Bersama bulan dan bintang sesungguhnya Ia pun bermunajat:
Ya Rabb, ijinkan aku mencintai manusia
Seperti embun mencumbui dedaunan
Seperti oase merekah di padang gersang
Mereka tak butuh balasan atas tugasnya yang memang demikian

---

Manusia meratap cuma sejenak
Sedang Ramadhan merintih sepanjang malam
Ia cemburu pada Lebaran
Yang merebut hati hamba-Nya cuma dengan ketupat
Previous Post
Next Post

1 komentar: