Sabtu, 19 Juni 2010

Puisi Penjudi

Sejak SD kutahu berjudi itu dilarang
Dari Qur'an sudah jelas judi dibilang haram
Orang bijak bilang tiada manusia kaya karena judi
Rhoma Irama menegaskan judi merusak pikiran

Tapi tidakkah Tuhan jua yang menciptakan ketidakpastian?
Tidakkah Tuhan jua yang memaksa kita mengundi?
Tidakkah Adam turun ke dunia karena ia main judi?
Buah khuldi: jauhi atau makan
Ia putuskan yang nomor dua
Lantas ia turun ke bumi, melahirkan kita-kita ini
Keturunan seorang penjudi

Lalu jikalau memang iya tak ada yang kaya karena judi
Maka tanyakan pada pemilik motor Tiger itu
Yang ia menangkan ketika jadi bandar empat tahun lalu
Sekarang motornya sirna, rusak hancur dalam suatu petaka
Ia kembali naik angkot seperti nasibnya sebelum pesta sepakbola
Para tetua bilang, "Lihat, hasil judi, dari tanah akan kembali ke tanah"

Tapi si pemuda mesem-mesem dalam hati
Ada keyakinan yang ia pendam dalam-dalam
Bahwa setidaknya dalam suatu percik hidupnya
Ia pernah naik motor Tiger
Pernah merasakan gelegak kehidupan yang hakiki
Meski setitik, tapi barangkali itulah yang berarti
Ia pernah menyaksikan bola bergulir dari kiri ke kanan sambil meriang
Capek hati menanti skor berapa-berapa, sebelum peluit akhir meletupkan sampanye hidupnya

Baginya itulah kekayaan sejati
Menanti sang nasib berpaling kemana dalam hitungan detik
Baginya yang pasti hanya mati
Sisanya cuma mengundi
Previous Post
Next Post

0 komentar: