Tuesday, June 1, 2010

Madinah Al-Munawwarah

Aku jatuh hati
Pada kota yang sempat Nabi singgahi
Jejak pertamaku ada di kala subuh
Adzannya berkumandang
Sayup membelah langit Arab
Speakernya pasti berkualitas dan sadar lingkungan
Tak membangunkan orang yang tengah lelap

Kuberjalan cepat menuju masjidmu, Ya Rasulullah
Masjid yang letaknya ditentukan oleh instingmu via Al-Qishwa
Lalu kulihat megahnya bangunan
Arsitektur Spanyol ala Cordoba
Subhanallah, tak percaya aku ada disini
Shalat berjamaah bersama ribuan entah puluh ribuan Arab
Lalu kudengar imam mengucapkan takbir, fathihah, dan surat pendeknya
Kuingat. Syahdu:

Wailullil muthaffifiin. Alladziina idzak taaluu 'alannaasiyastawfuun.

Kututup shalat dengan salam
Bangun aku menghirup dalam-dalam aroma Madinah
Kulihat langit berwarna keunguan
Tanda matahari siap menyembul dari gunung-gunung tandus
Kukitari kota dan kuamati manusia
Semua sibuk dengan urusannya seperti biasa
Tapi entah perasaanku saja atau memang iya:
Amboi damainya

Tak ada kekhawatiran seperti di alun-alun Bandung
atau di sudut manapun Jakarta
Ini kota yang sulit untuk tidak menanggalkan hatimu
Warga tampak tak punya sindrom alienasi metropolitan
Tidak ada perasaan sendiri di tengah hiruk pikuk
Mereka seolah percaya Muhammad masih hidup
Berkeliling kota setiap hari dengan untanya
Melihat kejujuran takaran timbangan dan tutur ucapan
Mendoakan setiap jengkal Madinah agar senantiasa disinari

Al Munawwarah

Dari Bukit Uhud imajinasiku merekontruksi
Menengok Raudhah kubayangkan Nabi berdiri
Berziarah ke makamnya aku bertanya nakal:
Orang macam apa Muhammad itu
mampu mempunyai pengikut tiada habisnya
Pagi siang malam shalawat dan salam bagi ia
Entah berapa juta orang mati membela ajarannya
Ia hidup hanya enam puluh tiga tahun
Tapi tak ada tanda-tanda namanya akan lenyap
hingga ribuan tahun ke depan

Aku menanggalkan hatiku di Madinah
Jika Rasulullah menemukannya tergeletak di jalan
Lancanglah aku jika meminta Rasul memungutnya
Masih lebih baik baginya memunguti sisa biji kurma untuk ditanam ulang

Assalamu 'alaika ayyuhan Nabi wa rahmatullah
Previous Post
Next Post

0 comments: